PERMASALAHAN PUPUK
PASTI..PASTI DAN PASTI....Topik ini akan muncul disetiap kesempatan kita bertemu para petani...ya kan?! ya Mbok?!..
Sebenarnya kita tidak usah takut kan pertanyaan itu. penjelasan yang baik dengan gaya sopan dengan sedikit senyum akan sangat diterima petani.
Dari pengalaman saya(yang sebanrnya tidak patut disebut pengalaman, baru bbrapa bulan :red).
saya dapat menyarankan jika ada pertanyaan tersebut, sebagai berikut:
Sebenarnya kita tidak usah takut kan pertanyaan itu. penjelasan yang baik dengan gaya sopan dengan sedikit senyum akan sangat diterima petani.
Dari pengalaman saya(yang sebanrnya tidak patut disebut pengalaman, baru bbrapa bulan :red).
saya dapat menyarankan jika ada pertanyaan tersebut, sebagai berikut:
- Jelas, jangan panik
- benarkan info dari petani bahwa pupuk memang harganya fluktuatif dipasaran dan kadang susah didapat.
- Jelaskan dengan senyum dan jangan dengan nada tinggi, pelan saja sehingga petani malah makin mendengarkan, yah kan jadi dikiranya dia kurang pendengaran,hehehe...bcanda
- jelaskan seperti ini saja :
- permasalahan pupuk sebenarnya sangat kompleks.
- pupuk yang sepertinya barang pertanian sebanarnya merupakan baranga perdaganan dan diatur dinas perdagangan jika berda dalam konteks jual beli.
- ini yang perlu di gatis bawahi.
- harga pupuk tinggi dan berbeda sekali dengan HET karena banyak hal urutannya seperti ini : pupuk yang berasal dari berbagai pabrik baik itu petrokimia, sriwijaya arau lainnya tidak langsung datang dan sampai gedebug ke tangan petani. perlu proses dan biaya, hal ini yang perlu dipahami petani.
- pupuk dari pabrik akan di sampaikan ke distributor resmi tiap tiap daerah, dan hal ini wajat membutuhkan ongkos transportasi, bongkar muat dan sebagainya. ongkos yang dibayar oleh distributor ini ditanggungkan ke petani melalui harga.
- selain dari Biaya yang dikeluarka , sudah sewajarnya pihak distributor yang juga termasuh pengusaha tidak mau rugi (y kan , ya ga, ya mbok) maka akan ada selisih lagi pada harga kaena beban keuntungan tersebut.
- belum berakhir.....pupuk dari distributor kemudian di sampaikan ke petani melalui pengecer resmi yang...lagi lagi memerlukan biaya yang seabreg(transport, bongkar muat, rokok kuli dsb) plus keuntungan yang diambil pengecer.. hal ini menambah lagi harga pupuk yang sudah ada
- harga ini lah yang akhirnya diterima oleh para petani
- perlu diperhatikan harga ini juga bisa berubah jika pupuk dari pengecer resmi masih harus melewati pengecer tidak resmi...gueh jan skeh temen ya.....
